Jumat, 13 Januari 2012

Radioaktif



Radioaktif berhubungan dengan pemancaran partikel dari sebuah inti atom. Unsur radioaktif adalah unsur yang mempunyai nomor atom di atas 83.
Istilah radioaktif dan radioaktivitas dapat juga dihubungkan dengan:

1.    Peluruhan radioaktif

Peluruhan radioaktif adalah kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi pada sebuah nukleus induk dan menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah proses acak sehingga sulit untuk memprediksi peluruhan sebuah atom.
Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel (Bq). Jika sebuah material radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian peluruhan tiap 1 detik, maka dikatakan material tersebut mempunyai aktivitas 1 Bq. Karena biasanya sebuah sampel material radiaktif mengandung banyak atom,1 becquerel akan tampak sebagai tingkat aktivitas yang rendah; satuan yang biasa digunakan adalah dalam orde gigabecquerels.
2.    Kontaminasi radioaktif
Kontaminasi radioaktif, juga disebut kontaminasi radiologis, adalah zat radioaktif di permukaan atau di antara benda padat, cair atau gas (termasuk tubuh manusia), tempat keberadaan mereka tidak diinginkan atau tidak diperlukan, atau proses yang membawa keberadaan mereka di tempat-tempat seperti itu
Juga digunakan agak kurang formal untuk menyebut kuantitas dan aktivitas di permukaan (atau di wilayah permukaan).
Kontaminasi tidak meliputi residu bahan radio aktif yang tersisa di sebuah tempat setelah dekomisi secara penuh.
Istilah kontaminasi radioaktif memiliki konotasi yang tidak diinginkan.
Istilah kontaminasi radioaktif hanya merujuk pada keberadaan radioaktivitas dan tidak memberikan indikasi tingkat bahaya yang diperlukan.
Jumlah bahan radioaktif yang dilepas dalam sebuah kecelakaan disebut jangka sumber.

3.    Limbah radioaktif

Limbah radioaktif adalah jenis limbah yang mengandung atau terkontaminasi radionuklida pada konsentrasi atau aktivitas yang melebihi batas yang diijinkan (Clearance level) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Definisi tersebut digunakan di dalam peraturan perundang-undangan. Pengertian limbah radioaktif yang lain mendefinisikan sebagai zat radioaktif yang sudah tidak dapat digunakan lagi, dan/atau bahan serta peralatan yang terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif dan sudah tidak dapat difungsikan/dimanfaatkan. Bahan atau peralatan tersebut terkena atau menjadi radioaktif kemungkinan karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion.

Jenis limbah radioaktif

  • Dari segi besarnya aktivitas dibagi dalam limbah aktivitas tinggi, aktivitas sedang dan aktivitas rendah.
  • Dari umurnya di bagi menjadi limbah umur paruh panjang, dan limbah umur paruh pendek.
  • Dari bentuk fisiknya dibagi menjadi limbah padat, cair dan gas.

Sumber-sumber limbah radioaktif

Limbah radioaktif umumnya berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir, baik pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir, maupun pemanfaatan nuklir untuk keperluan industri dan rumah sakit.

NORM (naturally occurring radioactive material)

Ada material-material yang secara alami bersifat radioaktif. Mengolah material-material ini dapat menghasilkan limbah radioaktif dan biasanya dikategorikan dalam NORM. Kebanyakan limbah ini adalah material pemancar partikel alpha yang berasal dari rantai peluruhan uranium dan thorium.adfsasafsaffsacf

AMDAL


Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas



Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek Abiotik, Biotik,dan kultural. Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang "Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup".

Dokumen AMDAL terdiri dari :
  • Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
  • Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
  • Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
  • Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)

AMDAL digunakan untuk:
  • Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
  • Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  • Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  • Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
  • Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan

Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah:
  • Komisi Penilai AMDAL, komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL
  • Pemrakarsa, orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan, dan
  • masyarakat yang berkepentingan, masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Penentuan kriteria wajib AMDAL, saat ini, Indonesia menggunakan/menerapkan penapisan 1 langkah dengan menggunakan daftar kegiatan wajib AMDAL (one step scoping by pre request list). Daftar kegiatan wajib AMDAL dapat dilihat di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006
  2. Apabila kegiatan tidak tercantum dalam peraturan tersebut, maka wajib menyusun UKL-UPL, sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002
  3. Penyusunan AMDAL menggunakan Pedoman Penyusunan AMDAL sesuai dengan Permen LH NO. 08/2006
  4. Kewenangan Penilaian didasarkan oleh Permen LH no. 05/2008

Rabu, 11 Januari 2012

Alang-alang


Alang-alang

Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Rumput ini juga dikenal dengan nama-nama daerah seperti alalang, halalang (Min.), lalang (Mly., Md., Bl.), eurih (Sd.), rih (Bat.), jih (Gayo), re (Sas., Sumbawa), rii, kii, ki (Flores), rie (Tanimbar), reya (Sulsel), eri, weri, weli (Ambon dan Seram), kusu-kusu (Menado, Ternate dan Tidore), nguusu (Halmahera), wusu, wutsu (Sumba) dan lain-lain.[1]
Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass, cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus. Orang Belanda menamainya snijgras, karena sisi daunnya yang tajam melukai.
Pemerian botanis
Rumput menahun dengan tunas panjang dan bersisik, merayap di bawah tanah. Ujung (pucuk) tunas yang muncul di tanah runcing tajam, serupa ranjau duri. Batang pendek, menjulang naik ke atas tanah dan berbunga, sebagian kerapkali (merah) keunguan, kerapkali dengan karangan rambut di bawah buku. Tinggi 0,2 – 1,5 m, di tempat-tempat lain mungkin lebih.
Helaian daun berbentuk garis (pita panjang) lanset berujung runcing, dengan pangkal yang menyempit dan berbentuk talang, panjang 12-80 cm, bertepi sangat kasar dan bergerigi tajam, berambut panjang di pangkalnya, dengan tulang daun yang lebar dan pucat di tengahnya. Karangan bunga dalam malai, 6-28 cm panjangnya, dengan anak bulir berambut panjang (putih) lk. 1 cm, sebagai alat melayang bulir buah bila masak
Ekologi dan penyebaran
Dengan ujung daun keunguan
Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang, sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain. Di tempat-tempat semacam itu alang-alang dapat tumbuh dominan dan menutupi areal yang luas.
Sampai taraf tertentu, kebakaran Vegetasi dapat merangsang pertumbuhan alang-alang. Pucuk-pucuk ilalang yang tumbuh setelah kebakaran disukai oleh hewan-hewan pemakan rumput, sehingga lahan-lahan bekas terbakar semacam ini sering digunakan sebagai tempat untuk berburu.
Malai bunga yang serupa ekor berbulu satin
Alang-alang menyebar alami mulai dari India hingga ke Asia timur, Asia Tenggara, Mikronesia dan Australia. Kini alang-alang juga ditemukan di Asia utara, Eropa, Afrika, amerika dan di beberapa kepulauan. Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan.
Jenis yang berkerabat
Marga Imperata memiliki anggota sekitar 8 atau 9 spesies. Selain Imperata cylindrica, beberapa jenis yang lain misalnya:
Kegunaan
Secara umum, alang-alang digunakan untuk melindungi lahan-lahan terbuka yang mudah tererosi. Kecepatan tumbuh, jalinan rimpang alang-alang di bawah tanah, serta tutupan daunnya yang rapat, memberikan manfaat perlindungan yang dibutuhkan itu.
Di Bali dan Indonesia timur umumnya, daun alang-alang yang dikeringkan dan dikebat dalam berkas-berkas digunakan sebagai bahan atap rumah dan bangunan lainnya. Daun alang-alang juga kerap digunakan sebagai mulsa untuk melindungi tanah di lahan pertanian. Serat halus dari malai bunganya kadang-kadang digunakan sebagai pengganti kapuk, untuk mengisi alas tidur atau bantal.
Rimpang dan akar alang-alang kerap digunakan sebagai bahan obat tradisional, untuk meluruhkan kencing (diuretika), mengobati demam dan lain-lain.
Sejumlah kultivarnya (Dalam dunia pertanian, kultivar diartikan sebagai sekelompok tumbuhan yang telah dipilih/diseleksi untuk suatu atau beberapa ciri tertentu yang khas dan dapat dibedakan secara jelas dari kelompok lainnya, serta tetap mempertahankan ciri-ciri khas ini jika diperbanyak dengan cara tertentu, baik secara seksual maupun aseksual. Dalam pembicaraan sehari-hari awam kerap kali menyebut kultivar sebagai varietas atau ras (ras lokal, landrace), meskipun sebenarnya masing-masing memiliki pengertian yang berbeda. Kultivar merupakan produk dari pemuliaan tanaman)diseleksi untuk dijadikan rumput hias di taman-taman. Di antaranya adalah kultivar ‘Red Baron’ yang berdaun merah.
Trivia
Salah satu cara untuk membasmi alang-alang ialah dengan menanami lahan dengan jenis-jenis pohon yang ulet, cepat tumbuh, dan mempunyai tajuk yang relatif rapat untuk membentuk naungan yang cukup berat. Salah satu yang direkomendasikan adalah gamal (Gliricidia spp.). Konon, nama “gamal” memiliki kepanjangan ganyang mati alang-alang.
Sumber: wikpedia.org

Rabu, 14 Desember 2011

Menjalankan Usaha Kecil

 

1 Mengelola Bahan
        Bahan baku adalah hal yang penting dalam proses produksi.Perushaan selalu menghendaki jumlah persediaaan bahan yang cukup agar jalanya pruduksi  tidak terganggu,.
        Jumlah persediaan yang tepat dapat di tentukan dengan jalan menghitung jumlah persediaan yang paling ekonomis.
        Jumlah pemesanan yang ekonomis menjadi indikator jumlah persediaan yang tepat, di pengaruhi oleh empat factor berikut :
a)         Biaya pemesanan
b)         Tenggang waktu
c)          Biaya penyimpanan
d)         Reorder point (ROP)
 2 Mengelola Fasilitas
              Fungsi pemeliharaan agar tidak terjadi kerugian di sebabkan  oleh :
1.       Perusahaan terpaksa harus membayar claim karena penyerahahan yang tidak tepat
2.       Berhentinya sebagian atau keseluruhan kegiatan produksi
3.       Biaya perbaikan menjadi mahal karena kerusakan peralatan yang cukup parah
4.       Timbulnya keenggangan para pelanggan untuk kembali memesan  ke perusahaan karena dianggap tidak tepat janji
5.       Keterlambatan pengiriman barang pada konsumen
2.1 Tata Letak Fasilitas Produksi
                  Tata letak fasilitas produksi adalah pengaturan dan penempatan alat-alat,tenaga kerja,dan kegiatan –kegiatan dalam produksi.adapun tujuan pokok dari tata letak pabrik ini adalah sebagai berikut:
a)      Minimalisasi biaya pengangkutan dan penanganan.
b)      Memudahkan pengawasan pekerjaan mandor, serta mendapat kepuasan kerja.
c)       Mendapatkan penggunaan ruang tang efisien baik bagi karyawan maupun untuk penyimpanan.
d)      Mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan.
e)      Dengan demikian dapat mengurangi investasi yang tudak penting.






A.      Process layout
Process lay out atau disebut jg functional lay out adalah penyusunan fasilitas produksi (mesin-mesin) di kategorikan dan  di tempatkan berdasarkan kesamaan fungsi.
B.      Product lay out
Product lay out merupakan pengaturan mesin perusahaan yang disesuaikan dengan arus proses produksi.

Penerapan product lay out akan ekonomis jika memenuhi syrat syarat berikut:

a.       Barang yang dihasilkan terstandarisasi.
b.      Penyediaan bahannya tidak berubah.
c.       Permintaan akan barang yang dihasilkan cukup stabil.
d.      Komponen-komponen (suku cadang) dapat saling di tukarkan.
e.      Volume produksi cukup sesuai dengan kapasitas penggunaan mesin dan peralatan yang dipasang.
Selain kedua tata letak di atas, masih ada satu jenis tata letak lagi, yakni fixed lay out adalah peletakan semua peralatan atau komponen untuk proses produksi dekat dengan kegiatan proses produksi yang tengah berlangsung.
2.2  Peralatan Perusahaan Yang Perlu Disiapkan
                Ada dua hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyediakan peralataan, yaitu sebagai berikut:
1.       Peralatan yang serba guna dalam berbagai cara untuk berbagai jenis pasar.
2.      Menggunakan perlatan yang di mengerti benar oleh para pengambil keputusan dan ilmuan perindustrian.
3.      Mengelola Sumberdaya Manusia
                        Manajemen sumber daya manusia adalah bagian organisasi yang berpengaruh pada angkatan kerja dan angkatan kerja potensial perusahaan.
3.1       Pengertian Dan Tujuan Sumberdaya Manusia
                                Manajemen sumber daya manusia mencakup:
1.       Jumlah pegawai yang di perlukan;
2.       Upaya-upaya apa yanh akan di lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai;
3.       Bekal keterampilan apa yang perlu dikembangkan;
4.       Pihak mana yang bias di ajak bekerjasama untuk menambah keterampilan;
Kunci keunggulan bersaing adalah menambah output dengan input sedikit, sekaligus pada saat bersamaan meningkatkan kualitas produk atau jasa dan kepuasan konsumen.
Desain organisasional meliputi perencanaan tugas pekerjaan berdasarkan pada interaksi orang-orang, teknologi, dan tugas-tugas untuk mencapai misi, tujuan, dan rencana strategis organisasi. Proses ini di sebut proses staffing, atau pencarian dan pengisian staf.Proses staffing adalah proses yang paling banyak melibatkan unsure hokum, karena mengatur hubungan kerja satu pihak dengan perusahaan yang terkait.
Untuk menarik minat tenaga kerja, sebuah perusahaan umumnya menawarkan system reward and benefit (system penghargaan dan keuntungan). Sistem mencakup poin-poin  keuntungan yang akan diperoleh karyawan dari bekerja di perusahaan tersebut.
3.2       Meningkatkan Produktivitas Sumber Daya Manusia
                       TQM menyarankan adanya delapan elemen penting dalam budaya organisasi. Masing masing adalah sebagai berikut:
1.       Memajukan, Bukan Menghakimi
Informasi penting harus digunakan untuk menemukan cara dan jalan bagai mana biasa memajukan sebuah organisasi, dan bukan untuk menghakimi kemampuan seorng pekerja.
2.       Otaritas Yang Seimbang Dengan Tanggung Jawab
Pekerjaan harus memiliki otoritas atau kebebasan untuk tanggung  jawab dan tugas yang mereka emban. pekerja pekerja yang memiliki otaritas penuh akan mampu memerhatikan pekerjaannya.
3.       Penghargaan Untuk Tiap Keberhasilan
Pemberian penghargaan ini harus memperhatikan dua hal. Pertama, penghargaan dapat diberikan dalam bentuk material (misakl bonus), dan simbolis. Kedua, penghargaan harus meliputi tiap level di sebuah organisasi, dari level terendah hingga level tertinggi.
4.       Kerja Sama Bukan Kompetisi
Keakraban dan rasa saling memiliki dan membantu dapat meningkatkan kualitas hasil akhir perusahaan.
5.       Rasa Aman
Seoran karyawan atau pekerja akan bekerja lebih optimal jika mengetahui bahwa dia tidak akan di pecat sewaktu-waktu semudah bos nya membuang barang bekas.
6.       Semangat Keadilan
Keputusan-keputusan yang dibuat oleh para  manjer dan pembuat keputusan harus mencerminkan ke adilan, untuk memicu pekerjaan para karyawan.
7.       Kompensasi Yang Pantas
Kompensasi menyangkut pemberian yang layak untuk tenaga yang dikeluarkan oleh seorang karyawan menyagkut gaji.

8.       Kepemillikan Bersama
Kepemilikan perusahaan bersama dengan system saham yang dibagikan atau dijual kepada para karyawan, akan meningktakan semangat bekerja para karyawan .

4 Mengelola Proses Produksi

4.1 Pengertian Dan Perencanaan Produksi
Produksi adalah semua kegiatan pengubahan bahan – bahan dari sumber – sumber menjadi hasil atau yang diingikan oleh konsumen. Proses produksi adalah cara metode atau teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang dan jasa untuk mendapatkan kegunaan tertentu. Fungsi produksi adalah untuk menciptakan barang dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat.

Perencanaan jenis barang yang akan dibuat terdiri dari :
1.       Tahap pertama , menentukan desain awal yang berupa desain spesifikasi.
2.       Tahap kedua, penentuan desain barang yang tepat.
3.       Tahap ketiga, penentuan pembuatan yang berupa penentuan urutan proses produksi tempat kerja, dan peralatn yang digunakan.
4.       Tahap keempat, merupakan usaha yang memodifikasi tahap ketiga yang disesuaikan lay out, tuntutan kualitas dan mesin/peralatan yang tersedia.

4.2 Penciptaan Keguanaan Bagi Konsumen
Transformasi kegunaan baru bagi baran atau jasa, dapat meliputi lima hal :
A.      Kegunaan Bentuk
Pengubahan bentuk dari satu rupa ke rupa lain yang lebih berguna, dapat terlihat pada proses produksi barang.
B.      Kegunaan Tempat
Pengendalian Penjualan dan pembangunan meruapakan salah satu pengubahan modal yang menyediakan tempat bagi pembelinya.
C.      Kegunaan Milik
Kegunaan milik diciptakan dengan mempersiapkan pemindahan hak milik dari penjual kepada pembeli.

D.      Kegunaan Waktu
Dapat diciptakan dengan menyediakan produk pada saat konsumen membutauhkan untuk membelinya.
E.       Kegunaan Informasi
Diciptakan dengan memberikan informasi kepada konsumen misal penyedia jasa les atau kursus.

4.3 Pengendalian Produksi
Pengendalian produksi (production control) merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan untuk mengakoordinasi semua elemen proses produksi  kedalam satu arus aliran.

A.         Jenis – Jenis Pengendalian Produksi
1.       Order control digunakan oleh perusahaan menufaktur yang beroperasi  hanya  pada waktu menerima pesanan –pesanan dari  pembelinya.
2.       Flow control digunakan dalam pabrik-pabrik yang berproduksi utuk persediaan dan dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman barang jadi dari tempat persediaan begitu pesanan panggilan diterima.

B.         Tahap – Tahap Dalam Pengendalian Produksi
1.       Planning
Perlu adanya kartu material (bill of material) yang memuat komponen – komponen jadi, atau komponen – komponen yang akan diproses lagi yang disebut order.
2.       Routing
Routing adalah usaha untuk menetukan urut – urutan dari proses dan alat – alat yang digunakan dalam proses produksi.
3.       Scheduling
Scheduling atau penjadwalan adalah usaha untuk menetukan kapan prosuksi akan dimulai dan selesai untuk diserahkan.
4.       Dispatching
Dispatching adalah surat perintah yang berisi wewnang untuk melakukan kegiatan produksi.surat produksi juga dibuat sebelum produksi dimulai dalam bentuk dispatch sheet.
5.       Follow up
Follow up (tindak lanjut ) adalah proses pengawasan dan evaluasi untuk menjaga agar tidak terjadi kegagalan dalam proses produksi.





4.4 Corak Produksi
Adanya corak produksi dalam suatu perusahaan dapat mengurangi keanekaragaman hasil produksinya dengan membatasi diri hanya pada beberapa corak saja. Kelemahan corak produksi dapat menyempitkan pasar karena tidak lagi memenuhi keinginan pembeli secara perseorangan.

4.5 Normalisasi Produksi
 Normalisasi adalah penyesuaian besama berbagai macam corak barang hasil produksi dari berbagai perusahaan. Beberapa keputusan jangka panjang yang menentukan desain sistem produksi meliputi hal – hal, sebagai berikut :
a.       Desain produksi dari barang yang di proses.
b.      Penentuan atau pemilihan peralatan dan prosesnya.
c.       Desain tugas.
d.      Lokasi dari fasilitas produksi.
e.      Lay out dari fasilitas.

Keputusan yang kompleks sangat berkaitan dengan proses pengolahan yang digolongkan , sebagai berikut :
A.      Sifat Proses Produksi
1)      Proses Ekstratif
            Proses Ekstratif adalah proses produksi yang mengambil bahan – bahan langsung dari alam.
2)      Proses Analitik
              Proses Analitik adalah proses pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam barang yang hampir menyerupai bentuk aslinya.
3)      Proses Pabrikasi
              Proses Pabrikasi adalah proses yang mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk . misalnya : proses pembuatan sepatu,pakaian, dan sebagainya.
4)      Proses Sintetik
                Proses Sintetik adalah metode pegombinasian beberapa bahan ke dalam suatu bentuk produk. Misalnya : pengolahan baja, gelas dan kaca.

B.      Jangka Waktu Produksi
1)      Proses terus – menerus ( continuous process)
            Proses terus – menerus ( continuous process) adalah proses manufaktur yang membutuhkan periode waktu yang lama untuk mempersiapkan mesin dan peralatan yag akan digunakan.

2)      Proses terputus – putus (intermittent process)
            Proses terputus – putus (intermittent process) adalah perubahan manufaktur yang pengoprasian mesin – mesninya mengalami beberapa kali penyetopan untuk pengaturan ulang.
C.      Sifat Produk
1)      Produksi Standar
                Produksi barang – barang yang sering dilakukan oleh produsen adalah produksi standar. Penggunaan produksi standar memerlukan modal, antara lain :
a.       Menanggung resiko kemungkinan turunnya harga pasar.
b.      Memelihara sejumlah persediaan.
c.       Menyediakan fasilitas penyimpanan yang memadai.
2)      Produksi Pesanan
                Produksi pesanan digunakan jika para pembeli mengehndaki adanya spesikifikasi khusus pada produk yang dipesan, sedangkan kemampuan produksinya terbatas.
                Produksi pesanan dapat digolongkan menjadi tiga pola dasar,antara lain :
a.       Produksi satuan : setiap proses produksi membuat satu atau beberapa produk saja,sesuai dengan permintaan konsumen.
b.      Produksi massa : produksi satu macam barang saja secara terus –menerus dalam jumlah yang besar.
c.       Produksi seri : proses produksi yang menghasilkan produk tertentu dalam beberapa tipe.
5 Meneglola Keuangan

5.1 Pengertian Keuangan
Pengelolaan keauangan adalah studi tentang uang di dalam perusahaan, yang merupakan area fungsi bisnis yang bertanggung jawab untuk mendapatakn dana, mengelola dan menentukan alternatif penggunaan yang terbaik.
Keuangan pada pokoknya meliputi tiga hal berikut :
a.      Dari mana perusahaan mendapatkan modal uang yang diperlukannya untuk menjalankan usahanya.
b.      Bagaimana mempergunakan dan mengatur keuangan perusahaan dengan sebaik – baiknya.
c.       Bagaimana meningkatkan profibilitas suatu badan usaha.

5.2 Fungsi Keuangan Dalam Perusahaan
Fungsi keuangan dalam perusahaan, sebagai berikut :
a.      Bertindak sebagai kasir perusahaan.
b.      Menjalankan tugas yang  diperlukan untuk pembiayaan perusahaan.